5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sinetron Anak Jalanan


Anak Jalanan menjadi sinetron yang begitu diperbincangkan akhir-akhir ini, mengingat sinetron ini selalu menjadi rating pertama di beberapa bulan ini. Sesuai dengan namanya, sinetron ini mengangkat tema seputar dunia remaja yang memiliki motor club. Namun, pada kenyatannya, ternyata sinetron ini memiliki beberapa kekurangan. Seperti yang akan saya jelaskan berikut:
1.      Orang Tua Yang Kekanak-kanakan
Sosok orang tua Boy “Pemeran Utama” dalam sinetron ini memiliki masalah yang sepele, dan yang selalu menjadi pendamai antar keduanya adalah Boy itu sendiri. Dari hal tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sosok Boy jauh lebih dewasa dibandingkan orang tuanya. Ini logika dari mana coba?
2.      Guru yang Lemah dan Tidak Laku
Sosok Pak Amir sebagai guru matematika yang diperankan Mario Maulana digambarkan sebagai lelaki yang tidak laku dan kurang wibawa. Padahal, seharusnya penggambaran sosok guru itu harus lebih baik. Bukankah guru adalah sosok yang digugu lan ditiru?
3.      Memamerkan Kekayaan
Sinetron yang menjadikan jalanan sebagai rumah kedua ini, tak ayal selalu memberikan penggambaran motor-motor mewah. Hal ini bisa saja membuat remaja kita meminta motor-motor tersebut pada orang tuanya, supaya terlihat keren seperti yang mereka tonton. Padahal, jika kita lebih jeli, seharusnya sinetron ini tak harus memamerkan kekayaan.
4.      Boy adalah idola yang mengenakan anting
Boy dalam sinetron digambarkan sebagai sosok yang sempurna. Seorang remaja berpenampilan urakan dan cuek tetapi juga saleh, tampan, jago matematika, dan jagoh balapan ini ternyata mengenakan anting. Padahal, dalam dunia nyata pengunaan anting dalam remaja diasumsikan sebagai orang yang kurang berperilaku baik. Oleh karena itu, sekolah melarang penggunaan anting terhadap siswa-siswa.
5.      Kontroversi
Dikutip dari Wikipedia ternyata sinetron ini memiliki beberapa kontroversi di antaranya:
a.      KPI memberi peringatan
KPI memberi peringan terhadap tayangan Anak Jalanan pada tanggal 24 November 2015, tayangan pada tanggal 11 November 2015 menayangkan adegan kekerasan secara intens dan eksplisit. Yaitu Seorang pria memukul dan menendang pria lain hingga terlempar. Selain itu juga kerap menampilkan adegan balap motor. KPI menilai tayangan dengan muatan tersebut sangat berbahaya untuk ditampilkan karena berpotensi ditiru khalayak yang menonton terutama oleh remaja.
b.       Dylan Carr ditangkap Polisi
Dylan Carr ditangkap polisi pada 6 Januari 2016 karena kedapatan memiliki narkoba, Dylan Carr ditangkap oleh pihak Polres Jakarta Selatan. Ia ditangkap saat menuju lokasi syuting oleh jajaran petugas dari Polres Jakarta Selatan karena penyalahgunaan narkoba. Dylan kedapatan mengkonsumsi narkoba di lokasi syuting di kawasan Ceger, Jakarta Timur. Dari tes urine, ia positif menggunakan barang haram tersebut.Ditambahkan, saat Dylan ditangkap ada barang bukti berupa ganja bersamanya.
c.       KPI memberi teguran tertulis
KPI memberi teguran tertulis terhadap tayangan Anak Jalanan pada tanggal 11 Januari 2016, tayangan pada tanggal 31 Desember 2015 menayangkan adegan seorang laki-laki berkelahi melawan sekelompok geng motor, pengeroyokan sampai pingsan. Selain itu, pada tanggal yang sama terdapat adegan seorang pria mengucapkan kata “tolol” dan “bego”. KPI Pusat menilai adegan tersebut berpotensi ditiru oleh remaja yang menonton dan berdampak negatif. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan remaja dan penggolongan program siaran.
KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 14 dan Pasal 21 Ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis.
Selain itu, pada tanggal 26 Desember 2015 pukul 19.16 WIB terdapat adegan seorang remaja wanita mencium pipi pasangannya. Selain itu pada tanggal 27, 28 dan 29 Desember 2015 serta 3 Januari 2016, KPI masih menemukan banyak adegan perkelahian antar geng motor
RCTI diminta segera mengubah tema cerita dalam program tersebut, karena muatan perkelahian antar geng dan percintaan remaja dapat membawa pengaruh buruk bagi remaja yang menonton acara tersebut. Jika tidak dapat mengubah tema cerita tersebut, maka program siaran tersebut hanya dapat ditayangkan pada jam tayang dewasa, yakni pukul 22.00-03.00 waktu setempat.
d.      KPI memberi teguran tertulis kedua
Setelah pada 11 Januari 2016 KPI memberi teguran tertulis, pada tanggal 12 Februari 2016 KPI kembali memberikan teguran tertulis terhadap tayangan Anak Jalanan. Tayangan pada tanggal 22 Januari 2016 menayangkan adegan 2 orang pria yang melakukan freestyle menggunakan motor. Selain itu, terdapat adegan kejar-kejaran antara 3 orang pria yang menggunakan motor dengan kecepatan tinggi di jalan raya. KPI Pusat menilai muatan demikian dapat memberikan dampak negatif dan berpotensi ditiru oleh khalayak yang menonton khususnya remaja. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas perlindungan remaja dan penggolongan program siaran.
Selain itu, pada tanggal 27 Januari 2016 KPI juga menemukan adegan perkelahian secara eksplisit yang dilakukan oleh sekelompok pria. KPI Pusat memutuskan bahwa program tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 14 dan Pasal 21 Ayat (1) serta Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 15 Ayat (1) dan Pasal 37 Ayat (4) huruf a. Berdasarkan hal tersebut, KPI Pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif Teguran Tertulis Kedua.
Berdasar beberapa pemaparan tersebut, ternyata sinetron yang sedang digandrungi remaja ini memiliki beberapa aspek yang kurang patut. Oleh karena itu, kita sebagai penikmat acara televisi haruslah pandai-pandai memilah. Jangan sampai waktu kita terbuang sia-sia di depan televisi! OK?!
Tulisan ini bukan maksud untuk menghasut apalagi sampai mencoba berusaha menghentikan sinetron ini. Hanya, sebagai pertimbangan kepada pemirsa dan sebagai masukan kepada pihak sinetron. Toh, sinetron ini juga memiliki hal-hal lain yang positif!
Gambar diambil dari Google.



5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sinetron Anak Jalanan 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Sinetron Anak Jalanan Reviewed by Gusti Trisno on 10:50:00 Rating: 5
Powered by Blogger.