9 Buku Paling Berkesan di Tahun 2017

--pariwara--




Sebagai salah satu terampilan berbahasa, membaca merupakan suatu kebutuhan yang begitu pentingnya. Sayangnya di negara kita budaya membaca masih belum bergeliyat. Hal ini dilihat dari studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Wah, mengenaskan sekali ya?

Makanya kita sebagai generasi jaman now, kids jaman now, women jaman now, man jaman now, ibu-ibu jaman now, bapak-bapak jaman now, dan sederet kata lain yang jaman now sudah tentu harus menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya rutin.



Apalagi banyak buku-buku karangan anak bangsa atau anak impor yang menarik untuk dibaca loh. 9 di antaranya sebagai berikut:

1.      1. Spiritualitas Sebagai Localpoeic dari Komunitas Sastra di Daerah Tapal Kuda; Jember-Situbondo-Banyuwangi Jawa Timur


Buku yang ditulis oleh dua dosen Sastra Inggris asal Fakultas Imu Budaya Universitas Jember ini benar-benar ciamik. Ibu Hat Pujiati dan Ibu Irana Astuti selaku peneliti dan penulis buku ini memaparkan kegiatan literasi yang bergeliyat di tiga kabupaten ujung timur Jawa.

Buku ini memuat 5 bab di mana masing-masing memiliki daya tariknya sendiri. Seperti bab 2 yang memaparkan komunitas dan industri sastra. Kedua ibu itu menceritakan beberapa hal, semisal komunitas sastra di Jember baik yang di dalam dan di luar kampus, sastra salaf di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, dan satra di Ujung Timur Jawa.

Buku ini juga menjadikan Komunitas Penulis Situbondo sebagai objek penelitian lho. Seperti kutipan berikut:
“KPMS terhitung sebagai komunitas yang paling aktif dan produktif dalam observasi kami baik di sosmed maupun di darat. Selang berapa minggu sekali mereka mengadakan pertemuan semisal musikalisasi puisi, festival musik yang bekerjasama dengan komunitas etno, atau mengadakan event lomba penulisan, pameran buku, dan peluncuran buku baru anggota komunitas.” (Pujiati dan Astutiningsih, 2016: 176)

Wah, menarik kan ya? Pasti masyarakat Situbondo khususnya pegiat literasi di kota santri ikut bangga?

2.      Percakapan Kunang-Kunang dan Cerita-Cerita Lainnya

Membaca judul itu sekilas kita langsung teringat akan kunang-kunang yang dulu mungkin jadi permainan kids jaman old. Sebab kids jaman now belum tentu mengenal kunang-kunang. Hal ini disebabkan tempat atau berkembangnya kunang-kunang semakin berkurang.

Eh, daripada membahas kunang-kunang, sekarang kita kembali ke topik ya.

Buku yang terdiri dari 131 halaman ini ditulis oleh Sam Edy. Lelaki yang merayakan ulang tahun di setiap tanggal 03 Oktober ini tak perlu diragukan lagi. Karya lelaki itu telah malang melintang di berbagai media massa.

Makanya ketika membaca buku yang memiliki 17 judul cerpen ini kalian akan takjub. Sebab selain ceritanya menarik, kalian juga mendapatkan pesan moral yang pas di hati. Oya, jika disuruh memiliki cerpen favorit di buku ini saya menyukai Percakapan Kunang-kunang, Honor Cerpen, dan Plagiator. Kalau kamu suka yang mana? Kalau belum tahu. Baca dulu ya!

3.      Api Ibrahim

Membaca judul cerpennya mungkin ada yang bergidik nyeri dan ketakutan. Dua ekspresi itu tak perlu kalian lakukan kok. Tetapi, hal yang harus kalian lakukan ketika membaca ini adalah siap-siap menginterprestasikan maksud buku ini.
Sebab bukan apa. Buku yang ditulis oleh Mufa Rizal ini berpijak realisme magis. Di mana aliran itu sering menggambarkan realitas, peristiwa yang terjadi sehari-hari, lalu seketika muncul unsur fantasi dan mimpi yang berdasar pada mitos dan dongeng.

Wah, pasti menarik ya? Jelas dong. Apalagi buku ini didukung kuat oleh Abu Wafa yang menyatakan. “Tidak sekali saja Mufa mengadopsi cerita dari kitab suci. Dalam cerpen Api Ibrahim, ada benturan dua karakter Ibrahim yakni Ibrahim yang ada di kisah kitab suci dan karakter dari tokoh cerpen.”

Eits, biar tidak tambah penasaran. Silakan baca langsung aja buku karangan penulis muda asal Mojokerto ini ya!

4.      Kuda Terbang Maria Pinto

Untuk mendapatkan buku ini saya harus terbang jauh ke Yogyakarta. Tidak benar-benar terbang sih sebenarnya, saya menaiki kereta dari Jember ke kota pelajar itu. sesampainya di sana, Linda Christanty si penulis memberikan buku ini.

Wah, betapa beruntungnya saya bisa mendapatkan buku ini secara langsung. Bahkan, kami sempat berfoto bersama lho.

Oya, Linda Christanty merupakan salah satu penulis idola saya?
Pembahasan tentang penulisnya cukup sampai di sini dulu ya? Sekarang kita bahas sedikit buku ini.

Kuda Terbang Maria Pinto ini sendiri terbitan EA Books. Pada tahun 2004 lewat buku ini Linda Christanty mendapatkan penghargaan Katulistiwa Literasi Award untuk kategori Buku Fiksi Terbaik. Wah, sudah barang tentu buku ini tidak diragukan lagi dong.

Dari setiap judul ke judul ada pelajaran yang bisa kalian ambil dan renungkan. Jika dikupas satu per satu pasti tidak akan habis. Oleh karenanya kalian patut membaca buku yang memiliki 12 judul cerpen ini ya!

5.    Saya Tidak Boleh Bicara Sejak Bayi Demi Kebaikan-Kebaikan

Judul buku ini teramat panjang ya? Dari judul yang panjang itu rupanya buku ini mengundang banyak interprestasi yang begitu dalam. Eh, bahasanya kok rada-rada gimana gitu ya?

Jadi, begini buku yang ditulis oleh Edi AH Iyubenu itu sudah tidak perlu diragukan lagi dong. Pencetus Sastra Perjuangan dan Sastra Ekspremintal ini karyanya sudah malang melintang di jagat literasi. Berbagai penghargaan telah ia raih. Makanya karyanya begitu bernas.

Ngomong-ngomong soal buku ini ada banyak fakta menarik, salah satunya Seno Gumira Ajidarma memberikan prolog langsung dalam buku ini. Tentu mengingat nama salah satu maestro sastra Indonesia itu kalian langsung ingat dengan Sepotong Senja Untuk Pacarku dan Dunia Sukab kan?

Nah, penulis kawakan itu memberikan kata pengantar yang benar-benar ciamik seperti kutipan berikut:

Dalam situasi itulah kumpulan cerita pendek Edi AH Iyubenu ini mendapatkan tempatnya, dan hanya dengan pembacaan seperti inilah saya bisa “menari bersama para wali”

Waduh, maksudnya apa ya? Kalau kalian penasaran silakan baca saja deh buku yang memiliki 15 judul cerita ini ya!

6.      Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Duh judulnya juga sama-sama panjang ya, bagaimana ceritanya?

Sebelum membaca sedikit isi buku ini. Kalian perlu tahu buku ini saya dapatkan sebagai kado wisuda dari salah satu sahabat. Ya, kali aja setelah membaca postingan ini ada yang ingin memberikan buku kepada saya sebagai kado ultah di hari kemarin. Hihihi.

Lupakan prolog yang berbasa-basi itu.

O ya buku ini ditulis oleh Eka Kurniawan. Konon katanya Eka Kurniawan digadang menjadi penerus dari Pramoebdia Ananta Toer loh. Untuk mencari tahu silakan buka Google kalian deh.

Nah, buku ini sendiri merupakan kumpulan cerpen yang berisi 15 judul cerita. untuk cerita-ceritanya semua bisa menjadi favorit kita lho. Sekalipun berjudul tentang patah hati, buku ini tak akan membuat kalian ikut patah hati kok. Kalau nggak percaya, silakan baca sendiri.

7.       Pesawat Kertas dan cerita-cerita minimalis lainnya

Cerita minimalis? Mungkin sebagian dari kalian menyangka flash fiction (ff), cermin (cerita mini), atau flash true story. Apa pun pendapat kalian, sebaiknya pendapat itu disimpan terlebih dahulu.

Menurut Noor H. Dee penulis buku ini cerita minimalis itu bukan Cuma soal meminimalisir jumlah kata dan kalimat, melainkan juga meminimalisir peran dalam narator.

Wah, berat pengertiannya ya?

Hihihi. Lupakan itu, sekarang kita fokus dengan isi buku ini. Buku yang diterbitkan oleh Minima Press ini memuat 13 cerita minimalis. Hal yang menjadi keunikan buku ini karena setiap paragraf dalam cerita Cuma memuat maksimal 2 kalimat. Tak hanya itu, peran pencerita juga tidak dominan seperti cerita kebanyakan lho.

Tak hanya itu, buku ini juga mendapatkan testimoni dari berbagai tokoh mulai dari Puthut EA, Ronny Agustinus, A. Fuadi, Sungging Eaga, Mashdar Zainal, dan Teguh Affandi. Bahkan lewat buku ini ternyata Puthut EA ingin menulis cerita minimalis serupa. Seperti kutipan berikut:

“Kumpulan cerpen ini termasuk sesuatu yang ingin saya buat. Tapi penulisnya telah mendahului saya. Dan dia mampu menuliskannya sebagaimana saya membayangkan kelak akan menuliskannya. Rapat. Ringkas. Gelap. Tapi tidak kehilangan elemen-elemen fundamental sebuah cerpen. salah satu eksperimen cerpenis muda Indonesia yang sangat menarik.”

Wah, keren ya? Bagi yang penasaran silakan menghubungi penulisnya langsung ya?

8.      Buku Ini Tidak Dijual

Waduh judulnya saja menarik untuk dibaca ya? Maksudnya apa coba kok tidak dijual? Pasti berbagai pertanyaan hilir mudik di benak kalian ya! Makanya simpan dulu rasa penasarannya ya!

Novel yang dituis oleh Henny Alifah ini bercerita tentang Kingkin dan Gading yang mencari 5 karung buku milik Padi (Ayah Gading) yang dijual oleh Kakek. Dalam mencari barang buruan itu sepasang saudara sepupu itu mengalami berbagai peristiwa-peristiwa yang bahkan membuat mereka nyaris mati?

Buku ini juga menawarkan latar pedesaan Jawa yang indah, serta kosakata Jawa yang bisa menambah perbendarahaan kata. Tak hanya itu menurut Afifah Afra ide dalam novel ini sangat unik, lain dari pada yang lain. pilihan karanya juga efektif dan segar. Novel ini merupakan otokritik yang brilian. Namun begitu, saya tetap merasa sangat terhibur dan tak bisa beranjak sampai lembar terakhir.

Wah, pasti bikin kalian tambah penasaran kan?

9.      Serunya di Pesantren, Asyiknya di Pesantren, dan Indahnya di Pesantren

Duh, judulnya kok panjang amet ya? Tenang saudara-saudara itu bukan judul yang sebenarnya kok. Jadi begini buku ini merupakan serial yang berkisah tentang kehidupan pesantren dan memiliki 3 series.


Buku ini sendiri ditulis oleh Shofa Salsabila yang juga menjadi santri di sebuah pondok pesantren. Makanya buku ini khas banget dengan kehidupan si penulis. Lewat buku ini, barangkali adik-adik atau putra/putri bapak-ibu bisa tertarik menimba kehidupan pesantren.

10.   Buku Nikah

Buku nikah menjadi buku yang paling berkesan. Tak hanya bagi saya, barangkali bagi sebagian orang. Buku yang diharapkan tidak memiliki cetakan edisi revisi ini tak hanya berkesan di tahun 2017, tetapi barangkali sepanjang hayat. Hanya saja buku nikah belum saya miliki sih. Heheh.

Itu saja dulu ya kupasan tentang buku paling berkesan di tahun 2017. Sebelum menutup tulisan ini ada yang perlu saya luruskan ya. 9 buku yang saya maksud itu murni opini pribadi, bukan berdasarkan riset atau penelitian ilmiah. Setiap orang pasti memiliki buku yang paling berkesan yang ia baca. Begitu pun saya. Makanya dengan pengakuan seperti ini, saya harap tidak ada yang salah interprestasi ya!

Salam.
Gusti Trisno

9 Buku Paling Berkesan di Tahun 2017 9 Buku Paling Berkesan di Tahun 2017  Reviewed by Gusti Trisno on 10:12:00 Rating: 5
Powered by Blogger.